beritatanahair.com

beritatanahair.com – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) NQW di Lombok Barat, NTB, diduga melakukan pencabulan terhadap lima santriwati di ponpes tersebut. Para korban, yang rata-rata baru duduk di kelas 1 Madrasah Aliyah (MA) atau SMA, telah mengalami tindakan pelecehan sejak bulan November 2023.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, dalam klarifikasi, pimpinan ponpes berinisial MA mengakui melakukan pencabulan terhadap lima santrinya. Meskipun mengakui tindakan tersebut, MA berdalih bahwa aksi pencabulan dilakukan oleh jin atau setan yang berada di ponpes.

Dari lima korban, dua di antaranya diduga telah disetubuhi oleh MA, meskipun baru satu korban yang telah membuat laporan polisi. Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, meminta korban atau keluarga korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar kasus ini dapat segera diproses.

Kejadian ini menimbulkan reaksi emosional dari warga sekitar ponpes, yang pada Rabu (8/5/2024) merusak fasilitas ponpes sebagai respons terhadap dugaan pencabulan tersebut. Meskipun demikian, situasi di sekitar ponpes telah kondusif setelah langkah-langkah pengamanan dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menjaga keamanan di lokasi kejadian. Bagus menegaskan pentingnya masyarakat mempercayakan penanganan kasus pelecehan ini kepada pihak kepolisian.

By admin