beritatanahair.com

beritatanahair.com – Pengenalan Kebijakan Baru: Penerbitan dan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dari No 36/2023 ke No 3/2024 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha tepung terigu domestik. Potensi Krisis Produksi: Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memprediksi penurunan produksi tepung terigu hingga 50% sebagai konsekuensi dari perubahan dalam Permendag yang baru.

Kewajiban Fortifikasi Tepung Terigu dan Masalah Impor Premiks

  • Perubahan Kebijakan Impor: Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Aptindo, menyoroti bahwa impor Premiks Fortifikan, yang sebelumnya cukup dengan Laporan Surveyor, kini memerlukan Persetujuan Impor dan Laporan Surveyor.
  • Peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI): Ratna mengacu pada SNI tepung terigu yang diberlakukan kembali sebagai kebijakan wajib sejak Juli 2008, menurut Peraturan Menteri Perindustrian No 49/M-IND/PER/7/2008 dan diperbarui lewat Permenperin No 1/2021.

Kondisi Ketersediaan Premiks Fortifikan dan Implikasi bagi Industri

  • Syarat Mutu SNI: Tepung terigu di Indonesia wajib mematuhi SNI yang menetapkan fortifikasi sebagai salah satu syarat mutu, yang berarti penambahan vitamin dan mineral ke dalam tepung.
  • Kekhawatiran Aptindo: Aptindo mencatat bahwa kondisi stok Premiks Fortifikan hanya akan mencukupi hingga Juni 2024, dan tanpa solusi pengadaan, pasokan tepung terigu diperkirakan akan turun drastis, yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.

Implikasi bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Permintaan Aptindo kepada Pemerintah

  • Dampak pada UKM: Franky Welirang, Ketua Umum Aptindo, mengungkapkan bahwa jutaan UKM yang bergerak di sektor usaha makanan berbasis tepung terigu akan terganggu akibat aturan baru impor Premiks Fortifikan.
  • Harapan Aptindo: Aptindo mendesak pemerintah untuk segera meninjau kembali dan membuat aturan baru atau pengecualian khusus mengenai impor Premiks Fortifikan, mengingat kebutuhan mendesak dan keterbatasan stok yang ada.

Perubahan dalam kebijakan impor yang ditetapkan oleh Permendag No 36/2023 telah memunculkan kekhawatiran serius dari industri tepung terigu Indonesia. Dengan potensi penurunan produksi yang signifikan dan dampak pada jutaan UKM, para pelaku industri mendesak pemerintah untuk segera menanggapi situasi dengan regulasi yang mempertimbangkan kebutuhan fortifikasi tepung terigu sesuai standar SNI dan memastikan kelangsungan pasokan untuk menstabilkan pasar.

By admin